MAJALENGKA – Komitmen memperkuat ekosistem industri terus ditunjukkan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Majalengka. Melalui perannya sebagai penghubung dunia usaha, Kadin memfasilitasi kerja sama investasi beton antara PT SMU Majalengka dan investor asal Banten.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Ketua Kadin Majalengka Rd. Hendrian Suryanatagara dan Direktur PT Sadulur Berkah Makmur. Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat sektor konstruksi sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah.
Batching Plant Jadi Pondasi Industri Konstruksi Lokal
Investor berencana mendirikan batching plant atau pabrik beton siap pakai di Kecamatan Sumberjaya, tepatnya di kawasan SKI Sugawara AMP. Fasilitas ini akan memproduksi beton readymix dan beton pracetak yang dibutuhkan untuk berbagai proyek pembangunan.
Kadin Majalengka menilai keberadaan pabrik beton di wilayah tersebut akan menjadi pondasi penting industri konstruksi lokal. Pasokan material yang tersedia di dalam daerah akan meningkatkan efisiensi proyek serta mempercepat proses pembangunan.
Kurangi Ketergantungan Pasokan dari Luar Daerah
Selama ini, sejumlah proyek konstruksi di Majalengka masih bergantung pada pasokan beton dari luar wilayah. Dengan hadirnya industri beton lokal, ketergantungan tersebut dapat dikurangi secara bertahap.
Selain menekan biaya distribusi, keberadaan pabrik beton juga berpotensi menjaga stabilitas harga material konstruksi. Kondisi ini diharapkan memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan pemerintah daerah dalam merencanakan proyek jangka menengah dan panjang.
Dampak Ekonomi dan Peluang Kerja Masyarakat
Investasi beton ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga membawa dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Industri beton membuka peluang kerja baru, baik di sektor teknis maupun operasional.
Kadin Majalengka bersama DK2UKM akan mengawal penyiapan tenaga kerja lokal agar mampu memenuhi kebutuhan industri. Di sisi lain, Kadin juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk Dinas PUPR, agar hasil produksi beton dapat dimanfaatkan untuk proyek strategis daerah.
Pembangunan batching plant ditargetkan mulai beroperasi setelah Lebaran. Dengan konsep portable, fasilitas ini diharapkan segera berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penguatan industri konstruksi di Majalengka.

Komentar