MAJALENGKA — Agenda Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP untuk tiga kabupaten di Jawa Barat—Sumedang, Majalengka, dan Subang (SMS)—mendadak dihentikan meski rangkaian acara sudah dimulai. Penundaan ini langsung memicu spekulasi mengenai dinamika internal partai yang disebut sedang berada dalam kondisi sensitif.
Acara yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Cirebon itu awalnya dibuka secara formal oleh Ketua DPP PDIP, Prof. Rokhmin Dahuri, namun agenda utama berupa penetapan kepengurusan DPC tidak dilaksanakan sesuai rencana.
Penundaan Diduga Dipicu Ketidakselarasan Rekomendasi
Informasi dari sumber internal menyebutkan bahwa penundaan terjadi karena rekomendasi calon Ketua DPC belum menemui titik kesepakatan, terutama di wilayah Majalengka. Perbedaan arah dukungan di internal partai—baik di tingkat daerah maupun pusat—menjadikan proses pemilihan dianggap belum layak dilanjutkan.
Sejumlah kader mengaku bahwa situasi internal mulai menunjukkan adanya tekanan politik, sehingga penundaan dianggap langkah aman untuk menghindari potensi konflik terbuka.
Tanda Ada Strategi Politik yang Sedang Disusun
Pengamat politik memandang bahwa penundaan ini bisa menjadi bagian dari strategi politik PDIP untuk menata ulang kekuatan menjelang momentum politik mendatang. Dengan pentingnya posisi ketua DPC dalam struktur mesin partai, keputusan ini diperkirakan tidak diambil tanpa kalkulasi matang.
Persaingan internal antar calon juga dinilai berperan besar dalam mempengaruhi keputusan penundaan, mengingat masing-masing wilayah SMS memiliki dinamika politik yang berbeda.
Kader Menunggu Jadwal Baru dan Kejelasan Arahan Pusat
Kader dari tiga kabupaten hingga kini masih menunggu informasi resmi mengenai jadwal baru dan mekanisme lanjutan Konfercab. Mereka berharap DPP PDIP segera memberikan penjelasan agar proses konsolidasi organisasi tetap berjalan efektif.
Para kader menekankan pentingnya kejelasan sikap partai agar tidak memunculkan persepsi negatif dan menjaga soliditas menjelang agenda politik di tahun-tahun mendatang.

Komentar