Majalengka — Penanganan bencana pergerakan tanah di Blok Godabaya, Desa Sukadana, Kecamatan Malausma, memasuki babak baru. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjalankan relokasi korban pergerakan tanah Majalengka sebagai solusi jangka panjang demi keselamatan warga dan stabilitas lingkungan.
Relokasi ini tidak sekadar memindahkan tempat tinggal. Pemerintah merancang kawasan baru dengan konsep hunian kayu tahan gempa yang sekaligus dikembangkan sebagai kampung wisata berbasis potensi lokal.
🏡 Hunian Adaptif untuk Mitigasi Risiko
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pendekatan mitigasi menjadi prioritas utama. Rumah kayu panggung dipilih karena memiliki struktur ringan dan fleksibel, sehingga lebih adaptif terhadap potensi pergerakan tanah.
Material kayu juga menawarkan keunggulan ekologis. Selain ramah lingkungan, desain ini menciptakan suasana alami yang mendukung kenyamanan psikologis warga pascabencana.
Pemerintah memberikan bantuan tunai Rp10 juta per keluarga sebagai dukungan awal untuk proses pemulihan.
🌱 Model Relokasi Berbasis Pemberdayaan
Kawasan relokasi dikembangkan sebagai kampung wisata tematik. Strategi ini dirancang untuk menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus mempercepat kebangkitan ekonomi masyarakat terdampak.
Potensi pengembangan meliputi:
-
Wisata edukasi mitigasi bencana
-
Homestay rumah kayu
-
Kuliner khas Majalengka
-
Produk UMKM lokal
-
Wisata alam & lanskap hijau
Pendekatan ini mengubah kawasan relokasi menjadi ruang hidup produktif, bukan sekadar permukiman baru.
📍 Zona Aman dengan Akses Sosial Terjaga
Bupati Majalengka H. Eman Suherman memastikan lokasi relokasi berada di zona aman secara geologis. Posisi kawasan tetap dekat dengan Desa Sukadana agar warga tidak kehilangan koneksi sosial dan komunitas.
Langkah ini mempercepat adaptasi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas sosial pascarelokasi.
🤝 Kolaborasi Percepat Realisasi
Pemerintah daerah mengalokasikan sekitar Rp1 miliar untuk pembangunan hunian dan infrastruktur pendukung. Program Karya Bakti TNI dilibatkan guna mempercepat pembangunan sekaligus memberdayakan tenaga kerja lokal.
Kolaborasi lintas sektor memperkuat efektivitas program relokasi dan mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
Relokasi sebagai Transformasi Pascabencana
Relokasi korban pergerakan tanah Majalengka mencerminkan pendekatan progresif dalam penanganan bencana. Pemerintah menghadirkan solusi yang menitikberatkan pada keselamatan, ketahanan hunian, dan penguatan ekonomi berbasis wisata.
Transformasi ini menjadi fondasi penting bagi kebangkitan warga menuju masa depan yang lebih aman dan berkelanjutan.

Komentar