MAJALENGKA – Para petani di Kabupaten Majalengka kini mendapatkan dukungan nyata dari pemerintah daerah melalui bantuan pestisida 2026. Program ini bertujuan melindungi tanaman padi dari serangan hama, menjaga produktivitas, dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah lumbung pangan Jawa Barat.
Bupati Eman Suherman memimpin langsung penyerahan bantuan kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani (poktan/gapoktan). Dalam kesempatan ini, ia menekankan pentingnya pemanfaatan pestisida secara tepat, agar hasil panen optimal dan lingkungan tetap terjaga.
Program ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dengan pembiayaan dari APBN 2025. Sinergi pusat dan daerah ini memperkuat strategi Majalengka menjaga ketahanan pangan nasional.
Persiapan Petani Hadapi Ancaman Hama
Petani padi menghadapi risiko serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) setiap musim tanam. Jika tidak dikendalikan sejak dini, hama dapat menurunkan hasil panen secara signifikan.
Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Majalengka menyiapkan stok pestisida untuk:
-
Insektisida – mengendalikan hama serangga
-
Fungisida – mencegah penyakit tanaman
-
Rodentisida – menekan populasi tikus
Distribusi bantuan dilakukan sesuai kebutuhan di tiap wilayah. Petani juga mendapatkan pendampingan dari penyuluh pertanian untuk memastikan penggunaan pestisida efektif dan aman.
Optimalkan Produktivitas, Tingkatkan Kesejahteraan
Bupati Eman Suherman menegaskan bahwa keberhasilan bantuan ini terlihat dari produksi padi yang meningkat. Pemanfaatan pestisida secara tepat tidak hanya melindungi tanaman, tetapi juga mendorong hasil panen lebih maksimal.
Pendampingan berkelanjutan juga membantu petani memahami pengendalian hama terpadu, teknik pertanian yang efisien, dan praktik pertanian ramah lingkungan. Langkah ini diharapkan meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani Majalengka.
Majalengka Siap Pertahankan Status Lumbung Pangan
Dengan bantuan pestisida 2026 dan strategi pengendalian hama yang terukur, Majalengka memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan Jawa Barat. Langkah cepat pemerintah daerah memastikan sektor pertanian tetap produktif, adaptif terhadap perubahan iklim, dan mendukung kesejahteraan masyarakat petani secara berkelanjutan.

Komentar